Sampah dan kehidupan manusia adalah hal yang tidak dapat dipisahkan. Seiring dengan pertumbuhan populasi manusia maka sampah juga semakin banyak. Sebagai contoh, setiap hari Kota Jakarta menghasilkan 6.500 ton sampah sehari (Antara, 2013). Lalu kemana perginya sampah-sampah tersebut?. Ya, ke laut. Sampah dari seluruh dunia berkumpul di samudra pacific tepatnya di North Pacific Gyre. Sampah-sampah dari seluruh dunia berkumpul membentuk Great Pacific Garbage Patch. Tentunya sampah tersebut akan menimbulkan masalah bagi ekosistem laut, tak terkecuali bagi satwa liar yang hidup di laut. Setiap tahun kurang lebih 100.000 ekor mamalia laut dan penyu mati akibat sampah. Sampah-sampah tersebut termakan oleh satwa dan akhirnya meyebabkan kematian. Penyu seringkali salah membedakan antara kantong plastik dengan jellyfish atau ubur-ubur. Ubur-ubur adalah makanan favorit penyu (www.seaturtle.org 2013). Menyedihkan bukan?. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama untuk membuang sampah pada tempatnya. Salam Lestari!





0 komentar:
Posting Komentar