Rabu, 23 Mei 2012

"Together To Be Better" (Gathering Chelonia FKH IPB 2012)

Semua peserta berfoto bersama di akhir acara
Masih dalam rangkaian acara Seminar Nasional SATLI 2012 lalu, Himpro SATLI juga menggelar acara gathering CHELONIA (Forum Komunikasi Mahasiswa Pemerhati Satwa Liar FKH Indonesia) pada hari sabtu 19 mei 2012. Pada acara gathering kali ini hadir delegasi dari UGM, Universitas Udayana, Universitas Airlangga, dan tentu saja tuan rumah yaitu IPB. Acara ini bertujuan untuk mengakrabkan antara mahasiswa yang memiliki ketertarikan yang sama yaitu pada bidang medis konservasi satwa liar. Selain itu acara ini juga berfungsi sebaga ajang berbagi pengalaman dari masing-masing perguruan tinggi. Output yang diharapakan dari acara ini adalah makin terjalinnya komunikasi antara mahasiswa kedokteran hewan pemerhati satwa liar di Indonesia yang akhirnya bisa bekerja sama untuk memajukan pelestarian satwa liar di Indonesia dan dunia pada umumnya. Acara digelar dengan format santai tetapi tetap serius. Masing-masing delegasi menyampaikan presentasi tentang apa yang telah mereka lakukan. Kegiatan presentasi diselingi dengan games yang dapat menambah keakrban para peserta. Semoga tujuan akhir dari acara ini dapat tercapai demi kehiudpan satwa liar yang lebih baik. Salam Lestari!


Peserta sedang mengikuti games menyusun puzzle


Senin, 21 Mei 2012

Kampanye Satwa Liar CARE di Kebun Raya Bogor

Maskot Badak Sumatra "RHINO" bersama anak-anak
CARE (Cause Animal Roaring on Earth) merupakan rangkaian kegiatan dari seminar nasional SATLI 2012. Setelah sehari sebelumnya diadakan seminar nasional yang bertajuk SOS Rhinoceros dilanjutkan dengan kampanye satwa liar di Kebun Raya Bogor pada hari minggu 20 mei 2012. Kampanye ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian satwa liar dan habitatnya.
Peran masyarakat dalam pelestarian satwa liar sangat penting. Saat ini ancaman terbesar terhadap satwa liar adalah kerusakan habitat dan perdagangan satwa liar. Perdagangan satwa liar terjadi karena ada permintaan pasar yang luar biasa besar. Kampanye CARE menginformasikan kepada masyarakat bahwa menjual, membeli atau memelihara satwa liar yang dilindungi dapat dikenai hukuman karena sudah ada perundang-undangan yang mengaturnya. Selain itu kampanye CARE juga memeberikan informasi ancaman zoonosis yang bisa ditularkan melalui satwa liar yang dipelihara.
Kampanye CARE ini dipakarsai oleh HIMPRO SATLI FKH IPB akan tetapi pada pelaksanaannya kampanye ini juga diikuti oleh relawan dari IAR Indonesia, HIMPRO HKSA FKH IPB, HIMPRO Ornithologi dan Unggas FKH IPB serta HIMPRO Ruminansia FKH IPB. Beberapa pengunjung sangat antusias dengan adanya kampanye ini. Kebanyakan dari mereka belum mengetahui tentang bahaya memelihara satwa liar. Tetapi masaih banyak juga pengunjung yang memandang sebelah mata kampanye ini, mereka belum memandang penting masalah satwa liar. Beberapa dari pengunjung juga menanyakan bagaiamana cara menyelamatkan satwa liar. Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan satwa liar:
  • TIDAK menjual, membeli atau memelihara satwa liar karena satwa liar akan hidup bahagia di habitatnya
  • Menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan
  • TIDAK merusak habitat satwa liar
Masih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk melestarikan satwa liar. Melestarikan satwa liar berarti melestarikan habitatnya itu sama artinya dengan kita menjaga kelestarian alam. Salam Lestari!


Liputan Seminar Nasional SATLI 2012 "SOS Rhinoceros"


Sabtu 19 mei 2012 lalu HIMPRO SATWALIAR FKH IPB mengadakan seminar dengan tema SOS Rhinoceros. Tema SOS Rhinoceros yang diangkat memang beralasan karena saat ini populasi badak jawa maupun badak sumatra yang sudah sangat kritis. Seminar kali ini menghadirkan tiga orang pembicara yaitu drh. Dewi Ratih Agungpriyono, Ph.D yang merupakan ahli patologi yang terlibat langsung pada nekropsi Torgamba beberapa saat yang lalu, drh. Muhammad Agil, MSc. Agr sebagai ahli badak serta Ir. Waladi Isnan dari Yayasan Badak Indonesia (YABI).
Seminar berlangsung hangat, peserta sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh nara sumber. drh Muhammad Agil menjelaskan peranan dokter hewan dalam usaha konservasi badak. Pembicara kedua Ir Waladi Isnan menjelaskan tentang YABI serta update informasi tentang badak jawa dan badak sumatra. Pembicara yang terakhir yaitu drh. Dewi Ratih mengupas tuntas hasil nekropsi yang dilakukan pada Torgamba (badak sumatra yang belum lama ini mati). Selain faktor usia, gagal ginjal kronis diduga menjadi penyebab kematian Torgamba.
Seminar yang diikuti oleh delegasi dari FKH UGM, FKH Universitas Airlangga dan delegasi dari FKH Universitas Udayana ini dibuka langsung oleh Dekan FKH IPB. Dalam sambutannya Dekan FKH IPB mengatakan bahwa hendaknya kegiatan seperti ini harus sering dilakukan untuk menambah wawsan para calon dokter hewan. Selain itu beliau juga menghimbau agar para peserta dapat berkontribusi langsung bekerja di bidang satwa liar. Salam Lestari! (Agung Sudomo)
Para Pembicara bersama Ketua HIMPRO SATLI FKH IPB dan Ketua Panitia