Jumat, 28 Juni 2013

CARE itu peduli

 Care itu peduli, peduli itu ditunjukkan dengan CARE

Cause Animal Roars On Earth atau yang sering disingkat dengan CARE merupakan serangkaian acara yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa anggota Himpunan Minat dan Profesi Satwaliar, Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor terhadap satwa yang terancam punah diakibatkan maraknya penjualan secara ilegal dan perburuan liar. Kegiatan CARE ini merupakan kelanjutan dari Seminar Nasional yang bertemakan “Pangolins; Know Them Well Treat Them Right yang dilakasanakan pada Sabtu, tanggal 1 Juni 2013 di Auditorium Andi Hakim Nasution Institut Pertanian Bogor.  Kegiatan CARE ini sendiri berlangsung pada Minggu, 9 Juni 2013 yang bertempatkan di Taman Safari Indonesia I, Cisarua.
Penyuluhan terhadap para pengunjung
Dikegiatan tahun ini tim CARE diberikan kesempatan yang sangat istimewa yaitu dapat menikmati fasilitas dari Taman Safari Indonesia I, Cisarua. Namun selain itu juga, ada tugas yang harus diemban dipundak masing-masing tim CARE yakni memberi edukasi kepada pengunjung tentang Trenggiling dan pentingnya arti medis konservasi. Kegiatan yang diketuai oleh Davin Christianto ini berjalan dengan menyenangkan karena banyak pengunjung yang antusias dengan penyampaian tim CARE mengenai perburuan liar satwa dan Trenggiling itu sendiri. Salah satunya adalah Bapak Joko Widodo yang berasal dari Bekasi.
“Kalau mau dinikmati, ya dinikmati bersama dong, itu seh namanya egois, seperti di Taman Safari saja, biar anak-anak dan orang tua kayak kami ini bisa sama-sama belajar tentang satwa, kan lebih bermafaat”, tutur seorang Bapak dari dua anak perempuan ini saat kami minta waktunya untuk sedikit wawancara mengenai tanggapan beliau terhadap perdagangan satwa. Selain itu juga ada dua koresponden yang mengaku pernah memelihara Trenggiling, dan tidak sedikit yang mengatakan pernah melihat Trenggiling diperjual belikan, serta sangat sedikit koresponden yang mengetahui zoonosis pada satwa liar. Pada umumnya mereka hanya mengetahui penyakit yang sering diberitakan seperti Antrhaks dan juga Flu Burung, sehingga dari tim CARE sendiri perlu memberikan informasi lebih mengenai penyakit zoonosis yang berasal dari satwa liar apalagi di Taman Safari Indonesia sendiri memiliki zona yang mengijinkan adanya kontak dengan satwa liar di antaranya Baby Zoo. Sedikit sekali pengunjung yang menyadari pentingnya mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh hewan setelah mereka mengambil photo bersama hewan, sementara pihak Taman Safari Indonesia sudah memberikan fasilitas tempat cuci tangan.
                Seperti yang dikatakan oleh Bapak Irawan selaku Manager Pemasaran Taman Safari Indonesia mengenai pengunjung Taman Safari Indonesia yang sudah terfilter dengan baik dengan adanya biaya masuk mencapai Rp 140.000,-, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa kesadaran pengunjung tentang pentingnya menjaga kebersihan selama kontak dengan hewan itu masih sangat rendah.
                Semoga dengan adanya kegiatan CARE ini, dapat sangat mmembantu masyarakat khususnya pengunjung Taman Safari Indonesia akan pentingnya menjaga kelestarian satwa, yang tidak hanya menikmati keindahan dan keberagaman satwa tetapi juga mengambil ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri, dan juga keluarganya.

Teks dan gambar oleh: Rahmayani Ramadhina (Satli 47)