Minggu, 04 Maret 2012

Spesies Badak di Indonesia

Ada lima spesies badak di seluruh dunia, yaitu Badak Putih (Ceratotherium simum simum), Badak Hitam (Diceros bicornis), Badak India (Rhinoceros unicornis), Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis). Ada hal menarik dari kelima spesies badak yang ada di dunia yaitu dua diantaranya adalah spesies asli indonesia (Badak Jawa dan Badak Sumatra). Ini merupakan anugerah dari yang maha pencipta kepada bangsa Indonesia. Namun, anugerah yang luar biasa ini juga diikuti dengan tanggung jawab yang besar. Sangat disayangkan saat ini Badak Jawa dan badak sumatra yang menjadi kebanggan bangsa Indonesia jumlahnya semakin sedikit. Bahkan kedua spesies kebanggan Indonesia ini termasuk dalam daftar mamalia besar yang paling terancam dan langka di dunia.

Maraknya perburuan badak untuk mendapatkan culanya menjadi ancaman paling berbahaya bagi kelangsungan hidup badak. Walaupun penelitian para ahli menyatakan bahwa struktur cula badak sama dengan struktur rambut, namun sebagian orang masih percaya bahwa cula badak berkhasiat sebagai obat-obatan. Sebagian orang percaya bahwa cula badak mempunyai khasiat sebagi obat-obatan.

Ada pepatah tak kenal maka tak sayang. Untuk dapat menyayangi badak maka ada baiknya kita mengenal lebih dekat Badak Jawa dan Badak Sumatra kebanggan Indonesia.

Badak Jawa
Badak Jawa saat ini mempunyai status Critically Endangered atau kritis terancam punah. Satu-satunya habitat alam Badak Jawa ada di ujung barat pulau Jawa tepatnya di Ujung Kulon. Penurunan populasi Badak Jawa disebabkan karena perburuan untuk mengambil culanya. Ciri-ciri Badak Jawa (menurut WWF)

  • Umumnya memiliki warna tubuh abu-abu kehitam-hitaman.
  • Hanya memiliki satu cula, dengan panjang sekitar 25 cm namun ada kemungkinan tidak tumbuh atau sangat kecil sekali pada betina.
  • Berat badan seekor Badak Jawa dapat mencapai 900 - 2300 kg dengan panjang tubuh sekitar 2 - 4 m.
  • Tingginya bisa mencapai hampir 1,7 m.
  • Kulitnya memiliki semacam lipatan sehingga tampak seperti memakai tameng baja.
  • Memiliki rupa mirip dengan badak India namun tubuh dan kepalanya lebih kecil dengan jumlah lipatan lebih sedikit.
  • Bibir atas lebih menonjol sehingga bisa digunakan untuk meraih makanan dan memasukannya ke dalam mulut.
  • Badak termasuk jenis pemalu dan soliter (penyendiri).

Badak Sumatra
Berbeda dengan Badak Jawa yang hanya memiliki satu cula, Badak Sumatra memiliki dua cula. Badak Sumatra merupakan satu-satunya badak asia yang memiliki dua cula. Badak Sumatra juga diketahui sebagai badak dengan ukuran tubuh paling kecil dibandingkan badak-badak lain di dunia. Selain itu, Badak SUmatra juga dikenal dengan hairy rhino dikarenakan Badak Sumatra mempunyai rambut yang lebih banyak dbandingkan spesies badak lainnya. Panjang tubuh Badak Sumatra Dewasa sekitar 2-3 meter dengan tinggi 1-1,5 meter. Bobot badan mencapai 600-950 kg. Kulit Badak Sumatra juga sangat tebal, seringkali disebutkan bahwa Badak Sumatra memiliki armour plates  yang tebalnya bisa mencapai 16 milimeter. Badak Sumatra memiliki status yang sama dengan Badak Jawa yaitu critically encangered. Saat ini populasinya terus menurun.


Perburuan dan perusakan habitat masih menjadi masalah utama yang menyebabkan populasi badak. Hanya dengan kesadaran semua pihak badak-badak ini bisa bertahan hidup. Tidak hanya pemerintah dan pengusaha, tetapi juga manusia secara umum harus bersatu untuk menyelamatkan badak.

Sumber:

0 komentar:

Posting Komentar