Kamis, 01 Maret 2012

Press Release: Seminar Konservasi Badak; Rangkaian Ceremonial Tahun Badak 2012

Konservasi Badak Jawa selama ini tidak mendapat perhatian masyarakat maupun kalangan penggiat konservasi seperti halnya konservasi Orangutan maupun Harimau sumatera, padahal kondisi badak jawa tidak lebih baik dari kedua spesies lain yang juga merupakan hewan asli Indonesia. Prediksi jumlah badak jawa (Rhinoceros sondaicus) yang hanya 35 hingga 45 ekor, dengan jumlah badak betina yang hanya 4 – 5 ekor saja seperti yang disampaikan Sekjen IUCN (International Union for Conservation of Nature) Simon N. Stuart, seusai bertemu Wakil Presiden Boediono, menggambarkan suatu kondisi yang sangat serius bagi kelestarian badak jawa. Badak bercula satu ini menjadi mamalia yang paling terancam punah. Kita tentu tidak menginginkan kejadian seperti populasi badak yang berada di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam yang pada tahun 2000 memiliki 8 ekor badak jawa, dinyatakan punah Oktober 2011 oleh WWF (World Wide Foundation).

Apalagi jika mengingat masa kebuntingan badak betina yang tergolong lama, 16-19 bulan dengan jumlah bayi hanya satu ekor setiap masa kebuntingan. Dan interval antar masa kebuntingan badak bercula satu ini mencapai 4-5 tahun. Dengan populasi badak betina yang hanya empat hingga lima ekor dan masa kebuntingan yang demikian, tentu menjadi ancaman serius bagi konservasi badak jawa.

Maka dari itu untuk meningkatkan usaha pelestarian badak di habitatnya diperlukan strategi dan rencana aksi konservasi, sebagai kerangka kerja yang memerlukan penanganan prioritas, terpadu, dan melibatkan semua pihak dan stakeholder, seperti yang tecantum dalam  Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.43/ Menhut- Ii/2007 Tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Badak 2007 – 2017 (Strategy and Action Plan For The Conservation Of Rhinos In Indonesia). Adanya visi jangka panjang ini memerlukan kerja bersama agar bisa mencapai target-target yang telah dicanangkan, oleh karena itu dengan momentum 5 tahun Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Badak serta pencanangan tahun 2012 sebagai Tahun Badak.

Perlu juga diusahakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara umum, tidak saja kalangan terkait (pemerintah, akademisi, peneliti, LSM, dll) untuk berperan aktif dalam usaha-usaha pelestarian badak. Peningkatan kesadaran itu dimulai dengan memberikan pengetahuan, pemahaman, serta aksi kegiatan kampanye yang menarik serta mampu menggugah kesadaran masyarakat umum tentang pelestarian badak.

Oleh karena itu, KSSL FKH UGM bersama YABI (Yayasan Badak Indonesia), Denial Denim, dan WCF (Wildlife Conservation Forum), akan melaksanakan acara Seminar Konservasi Badak “Upaya Pelestarian Badak dan Habitatnya”. Dalam acara ini akan ada dua sesi penyampaian materi yaitu sesi pertama tentang perkembangan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Badak 2007 - 2017 (Strategy and Action Plan For The Conservation Of Rhinos In Indonesia) oleh keynote speaker Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati, Dr. Ir. Novianto Bambang Wawandono, M.Sc. Kementerian Kehutanan RI, dimoderatori oleh Dr. drh. R. Wisnu Nurcahyo (FKH UGM). Selanjutnya diadakan diskusi panel antara tiga elemen penting dalam upaya pelestarian badak dan habitatnya yaitu akademisi yang diwakili oleh salah seorang dosen Fak. Kehutanan UGM (Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc.), LSM oleh YABI, dan anak-anak muda yang peduli konservasi satwaliar Denial Denim, dengan moderator  Dr. Drh. S. Indarjulianto (dosen FKH UGM sekaligus Dosen pembimbing KSSL FKH UGM) dalam diskusi panel ini akan dibahas tentang “Sinergisitas usaha pelestarian badak dari semua stakeholder; akademisi dan peneliti, Lembaga Sosial Masyarakat, serta peran masyarakat umum, terutama anak muda melalui kegiatan kreatif. Acara akan dilaksanakan pada tanggal 10 maret 2012 bertempat di Ruang Auditorium Fak. Kedoktean Hewan UGM, pukul 08.00 – 13.00 WIB.

Diharapkan dengan adanya acara Seminar ini dapat memberikan informasi perkembangan upaya pelestarian badak di Indonesia, dengan adanya pengetahuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dan seluruh stakeholder dalam menggiatkan upaya pelestarian badak serta memberikan kontribusi nyata bagi konservasi badak. Acara ini juga merupakan salah satu dari upaya kampanye tentang tahun badak yang dirangkum dalam ”Tahun badak 2012 (Years of Rhino’s 2012)”, selanjutnya akan dilakukan berbagai kegiatan kampanye atau upaya penyadartahuan lain kepada masyarakat umum.

sumb
er: Panitia Seminar Badak, FKH UGM

0 komentar:

Posting Komentar