Definisi Geographical Information System (GIS)
menurut laman (www.esri.com) adalah sistem
yang memungkinkan kita untuk memvisualisasikan, menganalisa, mengintepretasikan
data, dan memahami data untuk mengetahui hubungan, pola, dan tren dari informasi
yang kita dapatkan. GIS adalah sistem yang majemuk. Penggunaan GIS awalnya hanya
terbatas pada militer saja, tetapi seiring dengan kemajuan zaman GIS sudah
diaplikasikan ke banyak bidang. Di dunia satwa liar
GIS sangat berguna untuk melakukan survey. Dengan GIS kita bisa melacak kembali
keberadaan satwa liar untuk kemudian dianalisa. Misalnya kita ingin mengetahui
penyebaran suatu spesies satwa liar tertentu di suatu daerah. Yang akan kita
lakukan adalah turun ke lapangan untuk mendeteksi keberadaan satwa tersebut.
Apabila kita bertemu dengan satwa yang kita maksud atau menemukan keberadaan
satwa liar tersebut maka kita bisa menandai daerah tersebut mengunakan GIS.
Penandaan suatu daerah menggunakan GIS menjadi sangat berguna karena penandaan
ini bersifat internasional. Meskipun peralatan yang digunakan berbeda-beda
tetapi akan menunjukkan titk yang sama. Setelah dilakukan penandaan langkah
selanjutnya adalah analisa data menggunakan piranti lunak di komputer.
Titik-titik penemuan satwa liar yang kita tandai menggunakan GIS bisa kita lihat
dalam bentuk peta sehingga kita bisa melihat persebaran satwa liar dengan lebih
menyeluruh. Analisa GIS tidak berhenti sampai disana. Kita bisa mengabungkan
data yang kita peroleh misalnya dengn ketersediaan pakan untuk satwa tersebut.
Dari penggabungan peta tersebut kita dapat menarik kesimpulan apakah ada
hubungan antara penyebaran satwa liar dengan ketersediaan pakan atau tidak. Ini
hanyalah salah satu contoh implementasi penggunaan GIS dalam dunia satwa liar.
Masih banyak lagi kegunaan lain yang bisa dilakukan GIS untuk membantu
mensejahterakan satwa liar.
Workshop GIS FKH Universitas Gadjah Mada 21 Desember 2013




0 komentar:
Posting Komentar