Minggu, 23 September 2012

Turtle Guard FKH Universitas Udayana



Mahasiswa sudah seharusnya peduli terhadap lingkungan sekitar, termasuk terhadap kelestarian satwa. Selain dikenal sebagai agent of change atau pembawa perubahan mahasiswa memang mempunyai tanggung jawab yang lebih besar dalam melestarikan alam dibandingkan masyrakat awam. Dengan keilmuan yang dimiliki mahasiswa, maka mahasiswa sangat mampu untuk mengemban tugas mulia ini.

Selain dikenal sebagai kamu intelek, mahasiswa juga dikenal sebagai insan kreatif. Seperti yangdilakukan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud). Beberapa mahasis wa FKH Unud tergabung dalam sebuah organisasi intra kampus Minat Profesi Satwa Aquatic Turtle Guard FKH Unud. Organisasi ini mengkhususkan diri dalam bidang konservasi penyu dan satwa laut yang dilindungi. Tujuan didirikanya organisasi ini adalah sebagai wadah kreasi bagi mahasiswa FKH dan institusi lain untuk berlatih dan menuangkan aspirasinya dalam upaya konservasi penyu laut serta satwa laut dilindungi atau terancam punah lainnya. Turtle Guard (TG) sudah berdiri sejak 22 april 2004. Meskipun terbilang cukup muda tetapi TG sudah banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang sangat bermanfaat bagi konservasi penyu maupun bagi anggota TG sendiri. Menurut Ida Ayu Dian Kusuma Dewi (Ketua TG) kegiatan yang rutin dilakukan antara lain monitoring kesehatan penyu dan tukik di Pusat Konservasi dan Pendidikan  Penyu Laut (Turtle Conservation and Education Center) Serangan. Selain kegiatan rutin tersebut, TG juga banyak melakukan kegiatan yang bersifat insidental seperti. seperti Beach Clean Up setiap 6 bulan sekali, penyelamatan (relokasi) sarang penyu, dan seminar-seminar tentang satwa liar akuatik dan penyu. Ida Ayu juga menambahkan bahwa tahun ini TG memfokuskan diri pada tiga hal yaitu Habitat Protection (perlindungan terhadap nesting site),  mengurangi perdagangan illegal dan konsumsi penyu maupun telurnya,  monitoring Interaksi dengan aktivitas perikanan (karena penangkapan ikan dengan cara yang salah kerap membahayakan penyu laut).

TG sudah memberikan contoh nyata bagaimana seharusnya mahasiswa berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan terutama keberadaan satwa, selanjutnya adalah giliran kita. Salam Letari!

1 komentar:

Mantap, TCEC menjadi salah satu obyek wisata edukatif...bagi yang berkesempatan ke bali, tidak ada salahnya merapat...salam lestari!

Posting Komentar